Categories
Uncategorized

Cerita Kamboja Fosil Di Depan Balai Kota Surabaya

Ada yang baru dalam dua pekan terakhir Oktober 2018 ini. Ada dua pohon kamboja tua yang baru saja ditanam di depan Balai Kota Surabaya.

Pohon kamboja seakan ingin ditempatkan sebagai destinasi khusus (point of atraksi) di Median Park di Jl Yos Sudarso. Taman ini sebenarnya adalah jalan tengah dari jalan yang cukup lebar, di mana patung Komandan Jenderal Sudirman berdiri.

Cerita Kamboja Fosil Di Depan Balai Kota Surabaya

Di taman ini, dua pohon tua Kamboja terlihat menonjol. Di latar belakang ada beberapa tanaman semak, pucuk merah, pohon palem dan bunga kanopi. Taman tropis yang dihadirkan memang belum terlihat. Mulai dari pohon tinggi, naungan hingga penutup tanah.

Kembali ke pohon Frangipani tua. Kedua kamboja ini terlihat sangat artistik dari segi fisiknya.

Garis-garis di seluruh batang tampak eksotis dan anggun. Indentasi yang dipilih dari dua pohon dicari dan menunjukkan keseimbangan kiri-kanan. Cabang yang dipilih juga cenderung simetris. Jual Kamboja Fosil

Tampilan visual yang diharapkan tersebut sepertinya ingin menghadirkan suku kamboja tua (dalam bahasa taman, biasa dikenal dengan Kamboja Fosil), yang kemudian menumbuhkan tunas hijau kecil di ujung dahan. 

Saat waktunya tiba, bunga akan tampil menawan dan harum di musim panas. Kamboja Bali (Frangipani) dipilih untuk menampilkan citra kontras antara batang pohon tua berurat dengan kuncup daun dan bunga kecil.

Kita tidak tahu warna bunga apa yang harus dipilih. Ya, warna bunga bisa dipilih dengan cara menyambung (mencangkok) batang kamboja tua ke ujung batang kamboja sesuai warna yang diinginkan.

Filsafat Kamboja Fosil

Surabaya dan Kamboja telah tumbuh bersama sejak lama. Kami melihat banyak pohon Kamboja menghiasi beberapa pejalan kaki di jalanan Surabaya. Yang paling mudah dilihat adalah Jl Prof. Dr. Moestopo di depan kantor PDAM Surabaya. Di sana Anda dapat melihat sejumlah spesies pohon India India dengan bunga-bunga merah tua yang menjuntai berturut-turut.

Pohon kamboja juga umum di taman kota Surabaya.

Mengapa kamboja Mari kita sedikit wawasannya. Pohon kamboja dengan nama latin Plumeria. Nama aslinya adalah Kamboja, tapi lebih dikenal dengan Kamboja atau Semboja. 

Kamboja merupakan tumbuhan yang dapat hidup ratusan tahun hingga batangnya terlihat tua dan berurat. Dua kamboja di depan Balai Kota Surabaya ini, mengingat kematangan batang dan uratnya, bisa jadi berumur ratusan tahun. 

Tanaman ini mudah dirawat, walaupun jarang disiram. Ini karena tanaman ini dapat menyimpan air di seluruh bagian tubuhnya, mulai dari akar, batang, daun hingga bunga.

Pohon ini ditemukan oleh Charles Plumier (1646-1706), seorang ahli botani dari Perancis. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah. Pohon kamboja bisa tumbuh hingga setinggi lima meter. 

Di Indonesia, kamboja tumbuh di dataran rendah pada ketinggian 700 m dpl. Keuntungan dari tanaman tropis adalah mereka dapat dengan mudah beradaptasi dengan iklim yang berbeda tanpa perawatan khusus dan dapat mekar kapan saja.

Dari beberapa referensi yang dikumpulkan oleh surabayastory.com, tampak bahwa bunga kamboja melambangkan keindahan, pesona, cinta dan rahmat. Bunga kamboja juga harum dan berwarna indah. Selain itu, ia juga mewakili kehidupan baru, awal yang baru.

Di banyak negara dan tempat, mulai dari Bali, India Selatan, Hawaii, Cina, Vietnam hingga suku Maya kuno di Amerika Tengah dan Selatan, bunga kamboja memiliki arti yang istimewa dan menarik.

Kamboja Fosil

Pohon kamboja adalah salah satu tanaman hias teduh yang unik dan artistik. Apa itu Kamboja Fosil? Ini adalah sebutan tentang kondisi suku kamboja purba.

Pemahaman Kamboja Fosil adalah pohon kamboja dengan diameter batang 15 cm dan batang menyerupai fosil. Butuh waktu lama untuk menjadi Kamboja Fosil, yakni sepuluh tahun bahkan ratusan tahun.

Pohon kamboja yang unik, menarik dan langka ini kemudian menjadi elemen artistik yang fantastis dan tentunya mahal. Seperti namanya, kamboja fosil ini memiliki depresi pada batang dan cabang yang bervariasi untuk membentuk fitur yang menyerupai fosil kuno. 

Tanaman jenis ini diyakini memiliki aura positif yang memungkinkan terapi menenangkan. Oleh karena itu, diyakini bahwa Kamboja Fosil ini tidak hanya merupakan tanaman peneduh tetapi juga memberikan rasa ketenangan pada dirinya sendiri.

Kamboja Fosil yang ditanam di depan Balai Kota belum siap. Masih butuh waktu untuk menjadi tanaman utuh yang memanjakan mata.

Klasifikasi dan morfologi

Kemboja atau yang lebih dikenal dengan Cambodia Fossil atau Semboja diklasifikasikan sebagai genus Plumeria. Pohon-pohon dan bunga-bunga ini lebih umum di kuburan atau kuburan, sehingga mereka sering disebut sebagai bunga kuburan atau pohon kuburan. Kamboja Fosil berbentuk seperti pohon dengan daun yang jarang tapi lebat. Bunganya sangat harum dengan mahkota berwarna putih sampai ungu, biasanya lima helai. Dalam hal mengapa angka lima tidak ditemukan adalah alasannya. Namun, bukan berarti tidak mungkin jika jumlah kelopak bunga kurang dari lima atau lebih dari lima. Bunga dengan empat atau enam mahkota dianggap supranatural oleh orang-orang tertentu. Nah, orang-orang yang ada hubungannya dengan hal-hal supernatural sampai batas tertentu. Bagaimanapun, kita tetap harus menghormati keyakinan lain, seperti pada contoh di atas.

Perlu dicatat bahwa meskipun bunga ini sering disebut sebagai fosil pohon kamboja, tidak ada sangkut pautnya dengan Kamboja Fosil … sebenarnya bunga ini disebut kamboja (dengan huruf ‘e’). 

Namun entah mengapa orang lebih mengenal Kamboja Fosil (dengan huruf ‘a’). Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah. Dinamakan Latin Plumeria karena nama Plumeria diberikan untuk menghormati ahli botani Prancis Charles Plumier (1646-1706).

Filsafat bagi umat Agama Hindu

Berdasarkan filosofi Hindu, fosil pohon kamboja yang sedang mekar di Sasih Kapat (bulan purnama keempat) di Bali yang merupakan bulan baik. Bunga ini juga dikenal dengan sebutan “sari alam”, oleh karena itu pohon Kamboja Fosil bisa diartikan sebagai sari alam yang membawa pencerahan dan sari kebaikan.

Fosil pohon Kamboja dan Bali sangat erat hubungannya bahkan tidak bisa dipisahkan. Jika Anda bepergian ke Bali dan melihat fosil pohon kamboja tumbuh di seluruh penjuru kota, terutama di pura, jangan heran. Silakan masuk ke Pura Ulun Danu, Pura Gelgel, Pura Tanah Lot dan Pura Besakih untuk melihat seberapa baik fosil tumbuhan pohon Kamboja dirawat.

Apakah ada arti tersendiri?

Apa arti bunga dalam ritual sakral ketika umat Hindu melakukan ritual pemujaan? Fosil pohon Kamboja digunakan untuk menunjukkan kemurnian hati ketika Sang Hyang Widi Wasa dan cahaya sucinya, leluhur dan Rsi (guru spiritual) disembah.

Mengapa ikon atau identitas Bali dari banyak spesies fosil pohon Kamboja, kamboja dengan kelopak putih dan nada kuning? Pertanyaan ini kemudian dijawab dengan arti dari warna putih dan kuning itu sendiri.

Dalam kepercayaan Hindu, warna putih merupakan simbol pemujaan Hyang Widhi sebagai Iswara yang memiliki kekuatan seperti Badjra yang memancarkan cahaya putih (netral).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *